Berita
6 Mei 2021

Penyakit Batuk: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

 

Batuk adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa melihat batas usia. Meski terkesan sepele, Dianiati Kusumo Sutoyo Sp.P dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia mengatakan bahwa penyakit batuk dan turunannya masih menempati 10 besar kesakitan dan kematian di Indonesia.

Mari perhatikan apa itu batuk, penyebab batuk dan hal- hal seputar keluhan umum ini agar tidak salah kaprah. Pahami apa batuk berbahaya dan tidak, serta jenis, penyebab batuk hingga cara meredakan batuk dan ramuan herbal untuk batuk yang manjur berikut.

Apa itu Batuk?

Batuk adalah reaksi alami tubuh yang terjadi secara refleks agar jalur pernafasan bisa bekerja normal tanpa iritan/zat asing dan mencegah infeksi.

Penyebab batuk yaitu iritan yang sering mengganggu jalur pernafasan antara lain asap, lendir, dan alergen seperti serbuk sari, jamur atau debu. Beberapa kondisi medis atau obat- obatan juga berpotensi mengganggu kinerja area pernafasan dan menjadi penyebab batuk pada seseorang.

Apa Penyebab Batuk?

Penyebab batuk umumnya sangat berkaitan erat dengan iritan pada jalur pernafasan. Seluruh iritan baik eksternal maupun terjadi secara internal akan memulai mekanisme terjadinya batuk, yaitu menstimulasi saraf yang kemudian mengirimkan pesan ke otak. Fungsi otak lalu akan memerintahkan otot bagian dada dan perut untuk mendorong udara keluar dari paru- paru sebagai upaya mengeluarkan atau membersihkan iritan.

Apa batuk selalu berbahaya? Tidak juga. Batuk yang terjadi sesekali adalah normal dan sehat. Terkecuali jika penyebab batuk menyebabkan keluhan berkepanjangan atau diikuti gejala seperti darah atau bercak, maka batuk bisa menjadi awal dari kondisi medis yang butuh perhatian khusus.

Ada kalanya, batuk terjadi sangat kuat dan ini berpotensi mengganggu kondisi paru-paru yang akhirnya semakin memperburuk kondisi batuk itu sendiri. Batuk yang terlalu kuat juga bisa menguras tenaga, menyebabkan kantuk, pusing, pingsan, sakit kepala, masalah pada kantung kemih, muntah hingga cedera otot/tulang.

Selain dari iritan yang mengganggu, beberapa penyebab batuk berkepanjangan atau akut yang sering terjadi antara lain :

 

  • Pilek
  • Flu
  • Radang
  • Alergi
  • Asma
  • Berbagai kondisi medis yang bervariasi tingkat keseriusannya.

 

 

Bagian I – Berkenalan Dengan Jenis Batuk

 

Banyaknya penyebab batuk akan menentukan jenis- jenis batuk yang dialami, berikut juga intensitas hingga cara meredakan batuk yang tepat. Umumnya, dokter akan bisa melakukan penanganan yang tepat dengan cara meredakan batuk berikut penyebab batuk yang diderita.

Beberapa jenis batuk yang umum ditemui antara lain:

 

  • Batuk Kering
  • Batuk Berdahak
  • Batuk Paroksismal
  • Batuk Croup
  • Batuk Rejan
  • Batuk Berdarah
  • Batuk Kronis
  • Batuk Penderita Covid-19

 

Segera ketahui penyebab batuk sesuai jenisnya, gejala dan lama berlangsung supaya diagnosa untuk penyembuhan bisa didapatkan secara akurat.

 

Batuk Kering: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak memproduksi dahak atau lendir. Batuk kering sering terasa gatal di tenggorokan dan terjadi karena ada iritan di bagian tersebut.

Penyebab batuk kering cukup bervariasi dan bisa jadi gejala dari penyakit lain yang mungkin terjadi, salah satunya Covid-19. Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology, penyebab batuk kering bisa juga karena alergi, asma, bronkitis, atau pilek.

Gejala batuk kering sering ditandai dengan kondisi yang tidak menghasilkan dahak. Bunyi dari batuk kering sifatnya konsisten, serak dan bersumber dari ujung tenggorokan. Anda akan merasakan kondisi batuk yang sama atau stagnan karena jalur pernafasan yang tidak berubah. Lama berlangsungnya batuk kering cukup bervariasi, tergantung dari penyebab batuk dan faktor- faktor lainnya.

Disebut juga batuk non-produktif, batuk kering yang tak kunjung sembuh bisa dikategorikan sebagai batuk akut atau kronis. Menurut American Lung Association, batuk yang telah berlangsung selama lebih dari 8 minggu bisa dianggap sebagai batuk kronis dan harus berkonsultasi dokter untuk mencari cara meredakan batuk.

 

Batuk Berdahak: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Untuk memahami dan mencari cara meredakan batuk berdahak, pertama harus diketahui dulu bahwa tubuh manusia memproduksi lendir setiap harinya. Kehadiran dahak bukan berarti ada problem kesehatan, melainkan pertanda bahwa kondisi paru- paru dan pernafasan sehat serta terlindungi dari infeksi atau penyebab batuk lainnya.

Namun jika produksi dahak terlalu banyak, terutama di sekitar organ paru- paru, maka akan menjadi penyebab batuk. Selain itu, beberapa penyebab batuk berdahak yang lain bisa dari:

 

  • Asam lambung
  • Alergi
  • Asma
  • Infeksi bakteri atau virus
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Cystic Fibrosis ( sejenis penyakit keturunan yang menyebabkan penebalan lendir)

 

Karena penyebab batuk berdahak yang berbeda- beda maka gejala batuk berdahak juga akan cukup bervariasi, termasuk diantaranya rasa sakit pada dada, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, demam dan sebagainya.

Batuk berdahak yang tidak berbahaya umumnya akan tuntas dalam kurang dari 3 minggu dan tidak membutuhkan penanganan serius. Jika sangat mengganggu, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebab batuk serta cara meredakan batuk berdahak.

 

Batuk Paroksismal: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Batuk paroksismal berupa batuk hebat yang berterusan dan sangat mengganggu aktivitas normal, termasuk bernafas. Umumnya penyebab batuk paroksismal adalah bakteri Bordetella pertussis yang menyerang saluran pernafasan. Infeksi ini juga bersifat menular.

Penyebab batuk paroksismal bisa disebabkan oleh kondisi asma, bronkitis, GERD ( refluks asam lambung), luka akibat trauma, paparan terhadap asap, infeksi paru- paru, dan TBC.

Batuk paroksismal boleh dikategorikan sebagai batuk rejan tahap lanjutan yang berlangsung sekitar 2 minggu sejak terinfeksi. Jenis batuk ini bisa berlangsung dari 1-6 minggu sebelum akhirnya mereda. Tak jarang, intensitas dahsyat pada batuk paroksismal bisa mengakibatkan muntah, wajah pucat dan bibir membiru karena kekurangan oksigen.

Jika gejala ini dirasakan dan penyebab batuk tak kunjung mendapatkan cara meredakan batuk yang tepat, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

 

Batuk Croup: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Penyebab batuk croup adalah infeksi virus pada saluran pernafasan sehingga menimbulkan iritasi dan pembengkakan sekitar bagian kotak suara (laring), trakea dan bronkial. Batuk croup rentan menyerang anak kecil, namun umumnya tidak serius dan cara meredakan batuk croup bisa tidak wajib penanganan dokter.

Gejala batuk croup ditandai dengan batuk keras yang hampir seperti suara menggonggong atau seperti suara bersiul. Penyebab batuk croup berkaitan dengan hambatan saluran pernafasan yang membengkak. Anak- anak yang menderita batuk croup akan cenderung rewel, tidak tenang, mengalami demam dan batuk parah terutama pada malam hari.

Lama berlangsung batuk croup pada anak- anak biasanya selama 3-5 hari. Jika kondisi batuk croup tidak mengalami perubahan, segera konsultasi dokter Anda untuk mencari cara meredakan batuk.

 

Batuk Rejan: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Disebut juga pertusis atau batuk 100 hari, penyebab batuk rejan adalah infeksi bakteri pada saluran pernafasan dan paru- paru. Penyakit batuk rejan tergolong menular dan cukup berbahaya, khususnya jika terjadi pada bayi dan anak- anak.

Gejala batuk rejan awalnya menyerupai batuk pilek biasanya, antara lain hidung berair, demam dan batuk ringan. Setelah 5-10 hari sejak infeksi, gejala batuk rejan akan semakin parah dan ditandai batuk keras yang berlangsung terus menerus. Suara batuk cenderung diawali dengan tarikan nafas panjang yang melengking.

Bakteri penyebab batuk rejan bisa tinggal cukup lama di penderitanya. Lama berlangsungnya batuk rejan bisa dikategorikan menjadi 3 tahap yaitu:

 

  • Tahap awal, yang berlangsung selama 1-2 minggu setelah gejala awal.
  • Tahap lanjut/ paroksismal, yang berlangsung selama 1-6 minggu setelah tahap awal.
  • Tahap pemulihan ( konvalesen), yang berlangsung selama 2-3 minggu.

 

 

Batuk Berdarah: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Tidak semua batuk yang diikuti oleh dahak atau cairan berdarah merupakan pertanda masalah kesehatan serius. Batuk berdahak atau hemoptisis lebih sering menjadi problem jika penyebab batuk berkenaan dengan berusia lanjut dan kebiasaan merokok.

Warna darah juga bisa jadi penentu kondisi batuk yang dialami, dimana warna merah terang umumnya menjadi pertanda infeksi paru-paru dan warna darah hitam berarti ada masalah serius pada pencernaan.

Penyebab batuk berdarah antara lain karena batuk berkepanjangan, infeksi pada bagian dada, atau bronkitis. Penyebab batuk berdarah juga bisa terjadi saat Anda mimisan dan menelan sebagian darah yang ketika batuk akan terlihat seperti batuk berdarah.

Beberapa faktor bisa jadi penentu apakah batuk berdarah berbahaya atau tidak. Segera periksakan kondisi batuk berdarah jika :

 

  • Batuk berdarah terjadi setelah insiden jatuh atau cedera
  • Volume darah cukup signifikan
  • Ditemukan juga darah pada BAB atau urin
  • Diikuti gejala sakit bagian dada, pening, demam, atau kesulitan bernafas
  • Batuk berdarah tidak kunjung reda

 

 

Batuk Kronis: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Batuk kronis adalah batuk yang sudah berlangsung lebih dari 2 bulan pada orang dewasa atau 1 bulan pada anak-anak. Jenis batuk kronis bisa berupa batuk berdahak ataupun kering. Penyebab batuk kronis bervariasi dari asma, alergi, GERD hingga bronkitis. Pada orang dewasa, penyebab batuk kronis yang utama sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok dan TBC. Sedangkan pada anak-anak, paling sering disebabkan oleh asma

Walaupun jarang, batuk kronis bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang serius, salah satunya penyakit paru- paru. Jika batuk kronis diikuti gejala demam, batuk berdarah, nyeri bagian dada, kesulitan bernafas, kehilangan selera makan, kelelahan, penurunan berat badan drastis dan tidak bisa beraktivitas normal, segera periksakan penyebab batuk ke dokter Anda.

 

Batuk Penderita Covid-19: Penyebab, Gejala dan Lama Berlangsung

Batuk kering adalah salah satu gejala umum yang paling sering ditemukan pada kasus Covid-19. Seperti yang diketahui, penyebab batuk dari pandemi Covid-19 disebabkan oleh coronavirus yang sampai kini belum ditemukan pengobatannya.

Jika gejala batuk kering diikuti demam, letih, dan sesak nafas, maka sebaiknya periksakan diri untuk anjuran dokter selanjutnya – terutama jika Anda memiliki paparan atau histori kontak erat dengan penderita Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

Batuk pada kasus Covid-19 tergolong bervariasi dari intensitas hingga lamanya berlangsung. Hal ini dikarenakan reaksi virus yang berbeda- beda pada setiap pasien, mulai dari yang sangat ringan dan tak bergejala hingga membutuhkan pertolongan medis di rumah sakit.

 

Bagian II – Bahaya Penyakit Batuk Pada Usia

 

Selanjutnya, mari dalami penjelasan bahaya penyakit batuk sesuai usia para penderitanya berikut.

 

Apakah Batuk Berbahaya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, batuk adalah reaksi normal alami untuk melancarkan saluran pernafasan dari iritan atau zat asing. Jadi, batuk tidak selalu menjadi pertanda bahaya jika masih terjadi dalam batasan normal. Jika penyebab batuk karena infeksi virus atau bakteri, maka pengobatan biasa saja sudah cukup untuk mengatasinya.

Lalu bagaimana jika batuk yang berbahaya sifatnya? Perhatikan ciri batuk berbahaya yang artinya butuh mendapatkan diagnosa dari dokter, yaitu:

 

  • Batuk yang diikuti dengan gejala lain seperti sakit bagian dada, nafas berbunyi atau kesulitan bernafas.
  • Batuk berdarah yang jumlahnya cukup banyak.
  • Batuk berdahak dengan warna dahak kuning atau kehijauan
  • Batuk dengan demam berterusan
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau mereda, bahkan semakin parah
  • Penurunan berat badan drastis
  • Kesulitan tidur atau beraktivitas normal.

 

 

Bahaya Batuk Berdasarkan Usia

Bahaya Batuk Pada Bayi

 

Batuk pada bayi sering membuat si kecil semakin rewel, tidak nyaman dan kesulitan beristirahat. Beberapa penyakit bisa menjadi penyebab batuk pada bayi, yang mana bisa bervariasi dari batuk bayi ringan atau batuk bayi yang berbahaya.

Apapun penyebab batuk bayi, perhatikan ciri- ciri batuk yang berbahaya pada bayi dalam arti harus mendapatkan penanganan dokter:

 

  • Batuk bayi diikuti demam diatas 38 derajat ( untuk bayi di bawah usia 3 bulan), dan diatas 39 derajat( untuk bayi diatas usia 3 bulan)
  • Batuk bayi berdarah
  • Bengkak pada amandel
  • Batuk bayi usia newborn/ baru lahir ( kurang dari 1 bulan)
  • Batuk bayi yang berlangsung lebih dari 8 minggu
  • Batuk bayi yang semakin parah, terutama setelah 3 minggu pertama
  • Batuk bayi, berdahak atau kering, yang diikuti suara mendengkik.
  • Batuk bayi yang menyebabkan kesulitan tidur dan bernafas
  • Batuk bayi yang menyebabkan sulit menelan
  • Batuk bayi yang menyebabkan penurunan berat badan dan perubahan tak wajar.

 

 

Bahaya Batuk Pada Anak

Walaupun seringnya penyebab batuk pada anak tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan perawatan biasa, ada baiknya orang tua tetap memperhatikan bahaya batuk pada anak yang memiliki gejala berikut:

 

  • Batuk yang terus menerus selama 5 menit dalam 2 jam terakhir. Ini mungkin terjadi iritasi pada tenggorokan dan pertanda sulit bernafas.
  • Batuk yang pendek- pendek dan cepat atau seperti batuk rejan.
  • Batuk berdahak dengan lendir berwarna kuning/kehijauan. Hubungi dokter untuk memastikan tidak terjadi infeksi berbahaya.
  • Batuk kering yang terjadi pada malam hari. Hubungi dokter untuk memastikan apakah anak ada alergi asma atau gangguan saluran pernafasan.
  • Batuk berdahak yang keras yang menjadi ciri- ciri pneumonia atau batuk croup.

 

 

Bahaya Batuk Pada Lansia

Batuk pada lansia sangat berpengaruh pada kualitas hidup di usia senja, terutama karena penurunan sistem imunitas tubuh bagi usia di atas 65 tahun.

Beberapa penyebab batuk pada lansia bisa dikaitkan pada infeksi umum, ataupun masalah batuk kronis yang bersumber dari kebiasaan merokok, asma, GERD dan/atau rhinitis. Dalam mengatasi batuk pada lansia, termasuk gejala flu dan pilek, disarankan agar mendapatkan penanganan dari ahli kesehatan.

Dengan mendapatkan diagnosa tepat dari dokter untuk batuk pada lansia, Anda bisa memastikan penyebab batuk dan juga tingkat keseriusan batuk, apakah sekedar keluhan biasa atau ada masalah kesehatan yang butuh penanganan lanjut.

Selain mencari penyebab batuk dan cara meredakan batuk, diagnosa yang tepat juga bisa membantu menghindari penurunan kondisi kesehatan dari waktu ke waktu akibat batuk tersebut.

 

Bahaya Batuk Pada Ibu Hamil

Menurut penelitian oleh Stanford University School of Medicine, ibu hamil lebih rentan terserang batuk karena sistem imun tubuh mengalami perubahan dan cenderung melemah. Ini sebabnya kuman atau virus penyakit kerap menjadi penyebab batuk pada ibu hamil.

Walaupun batuk pada ibu hamil bersifat ringan dan sekedar batuk pilek biasa, sebaiknya tetap dikonsultasikan penyebab batuk kepada dokter kehamilan. Selain itu, segera konsultasikan ke dokter apabila menemui gejala batuk sebagai berikut saat hamil:

 

  • Batuk tak kunjung sembuh saat hamil ( kering atau berdahak)
  • Batuk pada ibu hamil yang menyebabkan penurunan stamina atau kesulitan bernafas
  • Batuk disertai demam yang sulit reda

 

Dokter kandungan akan memeriksa gejala, penyebab batuk dan memastikan tidak terjadi infeksi pernafasan. Dokter juga akan bisa menyarankan resep obat yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil tanpa efek samping pada kandungan.

Lalu bagaimana dengan efek guncangan batuk saat hamil? Walaupun saat batuk kondisi perut ibu hamil bergerak naik turun, tetapi fisik janin umumnya tidak akan mengalami gangguan. Jika Anda merasa sangat tidak nyaman saat batuk atau otot perut terasa tegang, topang bagian bawah perut dengan tangan untuk meminimalisir efek guncangan batuk saat hamil.

 

Kapan Perlu Ke Dokter?

Tidak semua jenis batuk harus diperiksakan ke dokter untuk diketahui penyebab batuk dan cara meredakan batuk. Namun sebaiknya Anda tetap waspada terhadap gangguan batuk, terutama jika diikuti dengan gejala spesifik masing- masing yang telah dijelaskan sebelumnya.

Prinsipnya, jika batuk tidak berangsur sembuh per minggunya, maka sudah saatnya berkunjung ke dokter umum atau dokter spesialis batuk untuk mencari penyebab batuk. Batuk yang sampai mengganggu aktivitas sehari- hari dan memiliki gejala berikut juga harus diperiksakan segera:

 

  • Kesulitan bernafas
  • Rasa sakit di bagian dada
  • Perasaan terbakar di ulu hati ( heartburn)
  • Batuk berdarah yang serius
  • Demam atau keringat mengucur saat malam hari.
  • Kesulitan tidur

 

 

Bagian III – Pengobatan dan Pencegahan

 

Cara meredakan batuk bisa dibantu dengan pengobatan ramuan herbal untuk batuk dan pencegahan berikut:

 

Cara Tradisional: Tanaman Untuk Cara Meredakan Batuk

Beberapa cara meredakan batuk secara tradisional bisa digunakan untuk mengatasi penyebab batuk secara alami. Tersedia ramuan herbal untuk batuk yang kaya dengan racikan tradisional berikut sebagai cara meredakan batuk, yaitu:

 

Sebuah studi menunjukkan komponen bioaktif pada jahe yang bisa menjadi cara meredakan batuk karena efek relaksasi lapisan saluran pernafasan. Sebagai salah satu bahan ramuan herbal untuk batuk, jahe punya khasiat anti radang dan anti bakteri yang bisa membantu melawan infeksi dan rasa sakit di tenggorokan sebagai penyebab batuk.

Penggunaan daun mint untuk batuk berkaitan dengan cara meredakan batuk pada tenggorokan dan khasiat dekongestan atau pengencer dahak. Ramuan herbal untuk batuk ini juga bisa mengatasi pilek atau asma juga berkat kandungan anti radang yang tinggi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa minyak esensial yang mengandung ekstrak daun thyme bermanfaat sebagai ramuan herbal untuk batuk yang alami akibat flu dan ISPA. Hal ini berkat kandungan antioksidan dan anti radang yang terdapat di dalam daun thyme sehingga efektif sebagai cara meredakan batuk.

Kandungan jeruk nipis bersifat antibakteri dan asam mukolitik alias peluruh dahak, yang merupakan salah satu penyebab batuk. Sebagai bahan ramuan herbal untuk batuk, buah sitrus mengandung vitamin C, beta karoten, antioksidan dan asam folat yang semuanya baik sebagai cara meredakan batuk yang ampuh.

Satu lagi bahan ampuh ramuan herbal untuk batuk yang sering ditemui, kayu manis bisa membasmi infeksi, meredakan gejala dan penyebab batuk, serta mempercepat proses pemulihan batuk pilek. Ini karena kayu manis kaya akan antioksidan polifenol dan proanthocyanidin.

  • Jahe
  • Daun Mint
  • Daun Thyme
  • Jeruk Nipis
  • Kayu Manis

 

 

Makanan Yang Harus Dihindari Saat Batuk

Untuk mempercepat penyembuhan dan cara meredakan batuk, ada beberapa makanan yang harus dihindari agar bisa segera membasmi penyebab batuk, diantaranya:

 

Saat dipanaskan, minyak goreng akan menghasilkan senyawa akrolein yang memicu rasa gatal di tenggorokan. Terutama jika minyak goreng yang digunakan berkualitas rendah, maka kondisi batuk akan semakin parah. Tekstur renyah juga bisa penyebab batuk akibat iritasi tenggorokan yang merangsang frekuensi batuk.

Arti diuretik adalah merangsang pembentukan dan pembuangan air seni sehingga kadar air tubuh berkurang dan menyebabkan kekeringan termasuk pada tenggorokan. Tenggorokan kering bisa jadi penyebab batuk dan juga memperparah batuk.

Beberapa buah dan sayuran bersifat diuretik, namun jika dikonsumsi dalam batas normal maka tidak akan sangat berpengaruh pada kondisi batuk. Salah satu pantangan batuk yang diuretik yang wajib menjadi catatan adalah kafein, karena juga berpengaruh pada kondisi asam lambung sehingga rentan GERD dan akan menjadi penyebab batuk.

Protein pada susu dapat merangsang pembentukan lendir di saluran pencernaan dan jadi penyebab batuk. Sebaiknya mengurangi konsumsi susu terutama jika mengalami batuk berdahak. Banyaknya lendir atau dahak yang terbentuk di saluran pernapasan akan semakin merangsang frekuensi batuk.

Batuk yang dipicu oleh alergi bisa diperparah jika mengkonsumsi makanan yang mengganggu sistem imun. Perhatikan gangguan batuk yang muncul setelah mengkonsumsi makanan tertentu, karena bisa jadi penyebab batuk berkaitan dengan respon alergi dalam bentuk reaksi batuk.

Menjauhi makanan olahan atau yang tidak sehat penting untuk membantu mempercepat proses penyembuhan dan menghentikan penyebab batuk. Nutrisi berperan penting dalam mendukung kerja sistem imun tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menjadi cara meredakan batuk.

  • Gorengan
  • Makanan yang sifatnya diuretik
  • Susu & Produk Olahan Susu
  • Makanan Pemicu Alergi
  • Makanan Tidak Sehat atau Proses

 

 

Cara Mencegah Batuk

Berbicara soal penyakit termasuk batuk, mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Cara mencegah batuk bisa dilakukan dengan berbagai strategi supaya tidak muncul sejak awal, antara lain :

 

Cara mencegah batuk berdahak atau kering sangat erat kaitannya dengan kondisi imun tubuh. Serangan virus dan bakteri sering jadi penyebab batuk yang bisa dicegah dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Selalu konsumsi diet seimbang yang kaya nutrisi, olahraga rutin, istirahat cukup dan menjalani gaya hidup sehat agar mencegah batuk.

Rokok bisa jadi salah satu penyebab batuk kronis pada banyak orang. Apabila telah mencoba berbagai cara meredakan batuk tetapi belum menghentikan rokok, maka segeralah kurangi frekuensi merokok. Berhenti merokok juga bisa mengurangi risiko batuk pilek dan keluhan kesehatan lain.

Beberapa batuk bersifat menular, oleh karena itu langkah mencegah batuk bisa semudah menghindari penderita batuk. Jagalah kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan, memakai masker dan tidak berbagi alat makan, handuk, atau alat tidur supaya terhindar dari penularan kuman penyakit penyebab batuk.

  • Meningkatkan imunitas tubuh
  • Berhenti merokok
  • Menghindari penderita batuk

 

 

Bagian IV – Cara Meredakan Batuk Secara Alami

 

Ketahui solusi cara meredakan batuk secara alami dengan ramuan herbal untuk batuk pilihan.

 

Naturkaf: Obat Herbal Untuk Batuk

Sebelum langsung menggunakan obat keras yang mengandung zat kimia, sangat disarankan agar penderita batuk mencoba cara meredakan batuk yang bersifat alami seperti ramuan herbal untuk batuk. Prinsipnya, cara meredakan batuk secara alami dengan ramuan herbal untuk batuk harus yang aman untuk dikonsumsi.

Naturkaf adalah ramuan herbal untuk batuk yang kaya dengan berbagai bahan alami yang efektif untuk mengatasi penyebab batuk. Menggabungkan bahan tradisional dan teknologi medis terkini, Naturkaf diformulasi untuk menjadi solusi ampuh mengatasi semua jenis batuk yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.

Sebagai ramuan herbal untuk batuk, Naturkaf bekerja cepat tepat sasaran pada penyebab batuk. Produk dalam negeri ini juga telah lulus uji kualitas produksi berstandar dan bersertifikat International CPOTB, CMP, ISO 9001 & 22000. Demi kenyamanan keluarga dan agar bebas batuk, selalu sedia Naturkaf, ramuan herbal untuk batuk setiap saat di rumah.

 

Manfaat Naturkaf

Sebagai ramuan herbal untuk batuk, Naturkaf memiliki 3 manfaat utama yang efektif mengatasi penyebab batuk, yaitu dengan cara:

 

  • Melegakan tenggorokan
  • Mengatasi segala jenis batuk
  • Meredakan gejala masuk angin dan flu

 

Prioritaskan ramuan herbal untuk batuk seperti Naturkaf sebagai cara meredakan batuk yang pertama, dibandingkan dengan menggunakan obat-obatan kimia yang berbahaya.

 

Komposisi Naturkaf

Terdiri dari 8 bahan alami dan 100% bebas alkohol, berikut komposisi Naturkaf, ramuan herbal untuk batuk yang membedakannya dengan obat batuk biasa lainnya:

1. Ananthoda : Mengatasi gangguan pernafasan dan bekerja sebagai ekspektoran

2. Jahe : Berfungsi meredakan asma dan batuk

3. Daun mint : Mengatasi gangguan pernafasan sekaligus bersifat dekongestan dan antitusif

4. Thyme : Mengatasi radang tenggorokan, ekspektoran, antitusif, antibakteri dan anti fungal.

5. Echinacea : Mempercepat proses pemulihan akibat batuk

6. Akar manis : Mengatasi serak, sakit tenggorokan, antitusif, ekspektoran dan kaya antioksidan.

7. Jeruk nipis : Mengatasi sinusitis dan bersifat anti bakteri

8. Kayu manis : Memiliki manfaat analgesik, anti radang dan anti bakteri.

Tidak perlu lagi khawatir dengan selalu sedia ramuan herbal untuk batuk. Naturkaf untuk menjaga kesehatan keluarga dari bahaya batuk. Tuntaskan batuk segera dengan Naturkaf, ramuan herbal untuk batuk!