Berita
5 April 2021

Detoksifikasi Tubuh: Pengertian, Manfaat, dan Cara Pelaksanaan

 

Kehidupan manusia di jaman modern ini memiliki tantangan yang lebih berat. Anda mungkin tidak menyadari bahwa tubuh kita setiap hari terpapar oleh racun yang berasal dari udara yang kita hirup, makanan cepat saji yang kita konsumsi, hingga stress yang kita alami. Penumpukan racun dalam tubuh menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit.

Secara alami, tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme untuk membersihkan racun tersebut. Namun, dengan paparan racun yang berlangsung secara terus menerus setiap harinya, mekanisme alami dari tubuh kita sendiri tentu tidak cukup. Anda perlu membantu mekanisme tersebut dengan cara melakukan detoksifikasi tubuh.

Apa yang dimaksud dengan detoksifikasi serta bagaimana cara melakukan detoksifikasi tubuh yang tepat?

Simak penjelasan berikut mengenai pengertian detoksifikasi tubuh, manfaat, cara pelaksanaan yang tepat dan aman, serta produk herbal seperti apa yang dapat dipergunakan.

 

Detoksifikasi dan Racun dalam Tubuh

Detoksifikasi tubuh adalah proses pembersihan racun dari dalam tubuh baik secara fisiologis ataupun dengan menggunakan bahan tambahan seperti obat-obatan tertentu. Proses detoksifikasi tubuh ini umumnya dikaitkan dengan subtansi atau bahan beracun dari dalam tubuh seperti obat-obatan terlarang dan alkohol. Namun saat ini, proses detoksifikasi tubuh juga mengacu pada kegiatan lain seperti diet dan konsumsi obat herbal tertentu untuk membantu tubuh membersihkan racun yang berasal dari lingkungan sekitar.

Racun dalam tubuh manusia bersumber dari berbagai hal. Konsumsi makanan junk food dan makanan dengan pewarna dan pengawet buatan, udara tercemar yang masuk ke dalam tubuh, hingga stress akibat pekerjaan menjadi salah satu sumber bertumpuknya racun dalam tubuh. Pada dasarnya tubuh sudah memiliki alat untuk membersihkan racun dalam tubuh yaitu ginjal dan hati. Namun, bila jumlah racun semakin meningkat, maka kedua organ tersebut harus bekerja ekstra keras dan hal ini tentu dapat mendatangkan efek negatif dalam jangka panjang. Untuk mendukung dan mempercepat proses detoksifikasi tubuh tersebut, kita dapat melakukan dengan mengkonsumsi jenis makanan atau herbal tertentu.

 

Bagian I – Proses Detoksifikasi Tubuh

Proses Detoksifikasi

Proses detoksifikasi tubuh berlangsung di dalam hati. Racun dalam tubuh akan disaring dan dikeluarkan oleh hati. Proses detoks tubuh alami ini berlangsung setiap hari. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hati disebut sebagai salah satu organ penting dalam tubuh. Tanpa hati, racun yang ada dalam tubuh akan menumpuk dan dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan.

Proses detoksifikasi tubuh secara alami berlangsung melalui 2 tahap yaitu:

 

  • Tahap/fase pertama. Racun dalam tubuh akan dinetralisir oleh hati. Proses ini akan menghasilkan radikal bebas dalam jumlah besar
  • Tahap/fase kedua. Pada tahap ini, organ hati akan melakukan pengolahan lebih lanjut yang membuat racun tersebut tidak berbahaya dan bersifat larut air. Proses ini akan terus berlanjut sehingga racun akan dikeluarkan bersama dengan urine atau keringat.

 

Proses detoks tubuh alami dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengkonsumsi produk herbal moringa. Untuk mendukung proses detoksifikasi tubuh ini, Anda juga perlu mengurangi resiko paparan racun dengan cara mengurangi konsumsi rokok, alkohol, junk food, serta makanan dan minuman manis.

 

Ciri Tubuh sedang Detoksifikasi

Dalam proses detoks tubuh alami, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala tertentu. Beberapa ciri detoksifikasi tubuh yang perlu Anda ketahui adalah:

Pusing / Sakit kepala

Sakit kepala merupakan salah satu ciri tubuh sedang detoksifikasi yang paling umum. Hal ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup yang Anda lakukan. Bila Anda sebelumnya banyak mengkonsumsi gula dan kopi, lalu kemudian mengurangi konsumsi kedua makanan tersebut, maka rasa sakit kepala yang dirasakan merupakan gejala withdrawl yang sangat umum dalam detoks tubuh alami.

Badan terasa lemah dan lesu

Proses detoks tubuh alami membuat sistem dalam tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini tentu saja dapat membuat badan terasa lemah dan lesu. Untuk itu, pastikan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup pada tubuh. Targetkan untuk tidur selama 8 jam di malam hari untuk mendapat hasil maksimal. Pada saat tidur, tubuh Anda akan dapat bekerja dengan lebih efektif untuk membersihkan racun yang ada.

Frekuensi BAK dan BAB meningkat

Frekuensi BAK dan BAB yang meningkat menjadi salah satu cara dari tubuh kita untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Jenis makanan atau produk detoks yang dikonsumsi bisa jadi bersifat diuretik yang membuat frekuensi BAK meningkat. Tidak hanya itu, produk herbal detoks tubuh alami yang dikonsumsi juga dapat merangsang proses pencernaan agar berjalan lebih efektif, dan hal ini akan memicu BAB bahkan dalam beberapa kasus memicu terjadinya diare.

Craving atau keinginan untuk mengkonsumsi makanan/minuman tertentu

Saat Anda menjalankan detoks tubuh alami, bisa jadi Anda akan merasakan craving. Hal ini merupakan salah satu ciri tubuh sedang detoksifikasi yang umum. Bila Anda terbiasa untuk mengkonsumsi kue manis di sore hari, maka sangat wajar bila Anda kemudian ingin memakan makanan tersebut saat sedang menjalani detoksifikasi tubuh.

Berbagai ciri tubuh sedang detoksifikasi lainnya yang mungkin Anda alami adalah pegal-pegal pada tubuh, rasa mual, kulit merah dan gatal, hingga merasakan gejala yang menyerupai flu. Anda mungkin berpikir bahwa Anda sedang sakit, namun dalam tahap ini perlu dipahami bahwa semua hal tersebut merupakan bagian dari proses detoksifikasi tubuh. Hindari konsumsi obat-obatan selama proses detoks tubuh alami ini dan berangsung-angsur gejala tersebut akan menghilang.

 

Bagian II – Manfaat Detoksifikasi

Manfaat Detoksifikasi Tubuh

Berbagai manfaat detoksifikasi tubuh yang dapat Anda rasakan berupa:

 

  • Membantu menurunkan berat badan secara alami
  • Memperlancar sistem pencernaan
  • Membantu meningkatkan dan menjaga fungsi hati
  • Mengurangi peradangan dalam tubuh
  • Membantu menjaga kesehatan kulit
  • Membantu meningkatkan kadar energi dalam tubuh
  • Membantu menjaga daya tahan dan kesehatan tubuh

 

 

Waktu Tepat untuk Detoksifikasi Tubuh

Kapan waktu yang tepat untuk memulai detoks tubuh alami? Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan detoksifikasi tubuh bila mengalami beberapa gejala seperti berikut ini:

 

  • Rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan
  • Kulit yang iritasi tanpa ada penyebab jelas
  • Alergi yang tidak pernah dirasakan sebelumnya
  • Mual dan kembung
  • Masalah menstruasi
  • Kantung mata yang tidak hilang
  • Proses pencernaan yang tidak nyaman dan tidak lancar
  • Mudah terkena flu dan pilek

 

Selain melakukan detoks tubuh alami berdasarkan gejala-gejala tersebut, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan detoksifikasi tubuh secara berkala. Hal ini dapat dilakukan minimal satu tahun sekali atau dengan frekuensi lebih sesuai dengan kondisi masing-masing. Sebagai contoh, bagi Anda yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi, atau memiliki pekerjaan dengan level stress yang cukup besar, maka bisa jadi Anda perlu melakukan detoks tubuh alami lebih sering.

 

Bagian III – Cara Detoksifikasi

Cara Detoksifikasi Tubuh secara Alami

Detoks tubuh alami menjadi pendekatan terbaik untuk membantu mengoptimalkan proses detox itu sendiri. Cara detoksifikasi tubuh secara alami ini meliputi:

 

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan berbagai maslah kesehatan lain. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan diolah oleh hati. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan penumpukan lemak di hati. Bila hal ini sampai terjadi, maka organ ini tidak dapat melakukan fungsinya dengan maksimal untuk menyaring dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Untuk itu berhenti atau mengurangi konsumsi alkohol merupakan cara detoksifikasi tubuh secara alami yang wajib dilakukan.

Tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam merupakan cara mendukung proses detoks tubuh alami. Tidur memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat dan juga mengeluarkan produk sisa berupa racun yang terakumulasi sepanjang hari. Salah satu produk sisa tersebut adalah beta-amyloid yang dikenal sebagai salah satu penyebab Alzheimer. Kurang tidur juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti stress, tekanan darah tinggi, hingga masalah kegemukan. Jadi, pastikan tidur yang cukup menjad bagian dari proses detoks tubuh alami Anda.

Salah satu cara detoksifikasi tubuh secara alami yang paling mudah adalah dengan mengkonsumsi air putih. Air memiliki banyak peran dalam tubuh Anda mulai dari mengatur suhu tubuh, membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan, serta membantu proses detoksifikasi tubuh dengan cara mengeluarkan racun yang menumpuk. Konsumsi air yang dianjurkan setiap harinya adalah sekitar 8 gelas air. Anda mungkin perlu mengkonsumsi air lebih atau kurang dari volume tersebut, tergantung pada kondisi serta aktivitas sehari-hari.

Konsumsi gula, makanan olahan, dan junk food berlebih dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mulai dari kegemukan, diabetes, hingga serang jantung. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan kondisi tertentu yang disebut fatty liver. Kondisi ini akan mempengaruhi kerja liver (hati) dan membuatnya tidak dapat melakukan penyaringan dan pembersihan racun dengan maksimal. Dengan mengurangi konsumsi gula dan junk food, Anda turut mendukung proses detoks tubuh alami.

Olahraga secara teratur terbukti menurunkan resiko terpapar berbagai penyakit seperti diabetes, serangan jantung, tekanan darah tinggi, serta beberapa jenis kanker. Kegiatan olahraga membantu tubuh untuk mengurangi peradangan dan secara tidak langsung, hal ini mendukung sistem kerja tubuh, termasuk sistem detoksifikasi tubuh untuk bekerja secara optimal.

Anti oksidan membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang berasal dari berbagai hal seperti alkohol, rokok, polusi udara, hingga konsumsi makanan yang tidak sehat. Beberapa contoh antioksidan adalah vitamin C, vitamin E, selenium, lutein, dan lycopene. Beberapa jenis makanan yang dikenal kaya akan antioksidan adalah coklat, teh hijau, berbagai jenis beri, dan juga ragam jenis sayuran. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan selama proses detoks tubuh alami akan membantu tubuh dalam melawan radikal bebas dan menurunkan resiko penyakit yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Beberapa jenis tanaman atau buah tertentu dapat membantu dalam proses detoks tubuh alami. Setiap tanaman tersebut memiliki mekanisme tersendiri dalam proses detoksifikasi tubuh mulai dari membantu proses pencernaan hingga memperbesar kemungkinan pengeluaran racun dari dalam tubuh.

  • Mengurangi atau berhenti mengkonsumsi akohol
  • Tidur yang cukup dan berkualitas
  • Minum air putih
  • Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan
  • Olahraga secara teratur
  • Mengkonsumsi makanan sehat yang kaya anti oksidan
  • Konsumsi tanaman atau buah tertentu

 

 

Tanaman Herbal untuk Detoksifikasi

Penggunaan tanaman herbal untuk detoksifikasi tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara. Konsumsi jus detox yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu merupakan salah satu cara populer. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi tanaman atau produk herbal tertentuk untuk mendukung proses detoksifikasi tubuh. Beberapa jenis tanaman detoksifikasi yang umum dipergunakan adalah:

 

  • Makanan yang mengandung sulfur seperti bawang putih dan brokoli akan membantu pengeluaran bahan metal berat seperti cadmium dari dalam tubuh. Bahan makanan yang kaya akan sulfur ini juga dapat membantu fungsi dari glutathione, yaitu sebuah zat antioksidan yang sangat berperan dalam proses detoksifikasi tubuh.
  • Chlorella, sejenis alga yang kaya akan nutrisi dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengeluarkan racun berupa bahan metal berat. Pertimbangkan untuk menambahkan bahan pangan ini dalam proses detoks tubuh alami Anda.
  • Cilantro yang memiliki mendukung proses detoks tubuh alami dan membantu mengeluarkan bahan metal berat seperti lead dan berbagai bahan kimia dalam tubuh seperti insektisida dan phthatalates
  • Aneka jenis jus detox. Jus detox merupakan jus yang terbuat dari campuran berbagai jenis buah, sayuran, dan bumbu dapur yang diyakini dapat membantu proses detoksifikasi tubuh.

 

 

Beberapa contoh kombinasi sayur dan buah yang dapat dibuat menjadi jus detox adalah

 

  • apel, nanas, lemon, dan mint;
  • apel mentimun, seledri, selada, bayam, kangkung, dan peterseli;
  • kunyit, wortel, jahe, jeruk, lemon, dan seledri
  • timun, apel, bayam, dan parsley
  • nanas, lemon, wortel, seledri, dan jahe
  • wortel, jahe, dan apel, serta berbagai jenis jus detox lainnya.

 

 

Cara Mengatasi Efek Samping Detoksifikasi

Detoksifikasi tubuh melibatkan proses membuang racun dalam tubuh dengan mengkonsumsi makanan tertentu dan juga mengurangi konsumsi beberapa jenis makanan. Perubahan seperti ini tentu saja akan menimbulkan efek tersendiri. Efek samping detoks tubuh alami ini muncul dalam berbagai bentuk mulai dari sakit kepala, gangguan tidur, frekuensi BAK yang meningkat, rasa lemas dan lesu, dan bahkan gejala flu. Dalam masa tertentu saat Anda melakukan detoksifiksi tubuh, Anda mungkin merasa kondisi tubuh menjadi menurun dan berpikir bahwa detoks tubuh alami ini tidak bekerja.

 

Sesungguhnya, gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa proses detoksifikasi tubuh sedang berjalan dan tubuh Anda sedang bekerja keras untuk mengeluarkan semua racun yang ada. Untuk mengatasi efek samping detox tersebut, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yaitu:

 

Proses detoksifikasi tubuh yang membuat frekuensi BAK meningkat perlu diwaspadai dengan cara meningkatkan konsumsi air putih. Dengan minum air putih, Anda bukan hanya membantu proses detoksifikasi tubuh itu sendiri, namun juga membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi.

Rasa mual sebagai efek samping detoksifikasi tubuh jangan sampai membuat Anda tidak mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan tubuh. Untuk membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, konsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering. Jangan lupa untuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur untuk mendapatkan serat dan vitamin selama proses detoks tubuh alami ini.

Berikan kesempatan bagi tubuh untuk menjalani proses detoks tubuh alami dengan beristirahat yang cukup. Bila memungkinkan, kurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan istirahatlah.

Mandi dengan air hangat akan membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi efek samping detox seperti sakit kepala.

Konsumsi supplemen herbal akan membantu bukan hanya dalam proses detoks tubuh alami itu sendiri, melainkan juga membantu mencukupi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa produk herbal yang dapat dipergunakan adalah kunyit, jahe, bawang putih, dan daun kelor atau yang sering disebut moringa.

  • Minum air putih yang banyak
  • Konsumsi makanan lebih sering dalam porsi kecil
  • Istirahat yang cukup
  • Mandi dengan air hangat
  • Konsumsi produk atau supplemen herbal

 

Berbagai cara diatas bukan hanya membantu Anda mengatasi efek samping detox, namun juga merupakan cara yang dapat Anda tempuh untuk memastikan proses detoksifikasi tubuh berjalan dengan aman.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul selama proses detoks tubuh alami adalah berapa lama efek samping detox akan berlangsung. Efek samping detoksifikasi tubuh akan berbeda bagi setiap individu, tergantung pada kondisi masing-masing. Mereka yang terpapar racun dalam jumlah besar setiap harinya mungkin akan mengalami efek samping detox dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mereka yang menjalankan gaya hidup sehat. Sebagian lagi mungkin akan merasakan efek samping tersebut beberapa hari setelah memulai detoks alami tubuh. Reaksi setiap individu akan berbeda namun pada umumnya, efek samping akan mulai menghilang dalam jangka waktu 3 hari-1 minggu

 

Bagian IV – Ramuan Herbal untuk Detoksifikasi Tubuh

Salah satu jenis herbal yang dapat dipergunakan untuk tujuan detoks tubuh alami adalah moringa atau daun kelor. Daun kelor itu sendiri merupakan salah satu jenis tumbuhan yang berasal dari India dan tersebar di berbagai area utamanya di benua Asia. Sejak lama, manfaat daun kelor atau moringa telah dirasakan baik sebagai bahan makanan ataupun sebagai obat-obatan. Saat ini, moringa juga turut menjadi bagian dari bahan yang dipergunakan untuk detoks tubuh alami.

Komposisi Moringa

Sebelum berlanjut pada manfaat daun kelor atau moringa untuk detoksifikasi tubuh, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu komposisi atau kandungan gizi dari tanaman ini.

Moringa memiliki kandungan gizi dan nutrisi sebagai berikut:

 

  • Protein
  • Vitamin B6
  • Vitamin C, 7x lebih banyak dibandingkan jeruk
  • Vitamin A
  • Potassium, 15x lebih banyak dibandingkan pisang
  • Zat besi
  • Riboflavin
  • Magnesium
  • Niacin
  • Fosforus
  • Zinc
  • Kalsium
  • Asam amino

 

Selain itu, tanaman ini juga rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol yang membahayakan kesehatan tubuh. Manfaat daun kelor bagi kesehatan datang dari komposisi vitamin dan mineral tersebut.

 

Manfaat Daun Kelor / Moringa

Moringa dapat dikonsumsi bukan hanya dalam bentuk segar, namun juga dalam bentuk bubuk ataupun kapsul. Konsumsi moringa secara teratur memiliki banyak manfaat kesehatan. Beberapa manfaat daun kelor tersebut adalah:

 

  • Membantu menurunkan kadar gula darah bagi para penderita diabetes
  • Mengurangi gejala seperti pembengkakan dan nyeri pada penderita rheumatoid arthritis
  • Mengurangi pertumbuhan sel kanker
  • Menurunkan kolesterol
  • Melawan radikal bebal yang dapat menyebabkan stress oksidatif dan erat kaitannya dengan penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung. Manfaat daun kelor dalam hal melawan radikal bebas ini dipengaruhi oleh kandungan antioksidan berupa vitamin C, beta karoten, quercetin, dan chlorogenic acid yang terkandung di dalam kelor.
  • Mengurangi peradangan. Peradangan merupakan cara tubuh melawan infeksi dalam tubuh. Namun, peradangan yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit berat seperti kanker dan penyakit jantung. Manfaat daun kelor dan kandungan anti-inflammatory didalamnya membantu melawan dan mengurangi peradangan tersebut.
  • Mencegah anemia. Manfaat daun kelor dalam hal ini datang dari kandungan zat besi dan kemampuannya untuk meningkatkan daya serap zat besi dalam tubuh, dan mencegah anemia.
  • Mencegah tekanan darah tinggi. Manfaat daun kelor yang satu ini berasal dari komponen berupa isothiocyanate dan niazimin yang dapat membantu mencegah terjadinya penumpukan plak dan penebalan arteri yang merupakan penyebab tekanan darah tinggi.
  • Berbagai manfaat daun kelor lainnya termasuk untuk sistem pencernaan dan manfaat lain yang berguna untuk proses detoks tubuh alami.

 

Untuk mendapatkan manfaat daun kelor tersebut, Anda bisa mengkonsumsi sayur daun kelor atau untuk cara yang lebih mudah yaitu dengan mengkonsumsi moringa dalam bentuk kapsul.

 

Moringa untuk Detoksifikasi Tubuh secara Alami

Dari berbagai manfaat daun kelor atau moringa untuk kesehatan, kemampuannya untuk membantu proses detoksifikasi tubuh menjadi salah satu keunggulan. Manfaat daun kelor dalam hal detoks tubuh alami terjadi dalam berbagai cara yaitu:

 

Membantu melawan efek dari racun arsenik

Arsenic merupakan salah satu jenis racun yang dapat membahayakan kesehatan. Paparan dalam jangka waktu lama terhadap arsenic meningkatkan resiko penyakit jantung dan kanker. Beberapa studi uji coba yang dilakukan terhadap hewan menunjukkan bahwa daun kelor atau moringa dapat membantu melawan efek buruk dari racun arsenic. Manfaat daun kelor yang satu ini masih membutuhkan studi lebih lanjut, namun tentu saja hasil ini menunjukkan potensi yang sangat besar dari kelor.

 

Menjaga sistem pencernaan

Proses detoks tubuh alami tentunya tidak lepas dari pencernaan yang sehat. Moringa dengan kandungan antibakteri dan antibiotic dapat membantu melawan pertumbuhan bakteri tidak baik dalam sistem pencernaan dan mencegah terjadinya konstipasi dan gartritis. Sistem pencernaan yang baik memungkinkan proses detoksifikasi tubuh berjalan lebih maksimal

 

Melindungi hati dan ginjal

Moringa memiliki kemampuan untuk melindungi hati dari kerusakan yang diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan dan minumam keras. Selain itu, manfaat daun kelor juga dapat dirasakan pada organ ginjal. Kelor dengan kandungan antioksidan dapat membantu proses pembersihan racun pada organ ini sehingga mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih spesifik misalnya saja batu ginjal. Dalam proses detoksifikasi tubuh, organ hati dan ginjal memiliki peran yang sangat penting. Manfaat daun kelor terhadap organ tersebut membuat keduanya mampu bekerja dengan lebih optimal khususnya dalam hal menyaring, membersihkan, dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh

 

Mengurangi rasa lelah dan meningkatkan energi tubuh

Salah satu efek samping detoksifikasi tubuh adalah rasa lelah, lesu, serta kurang bertenaga. Manfaat daun kelor atau moringa dalam hal ini adalah menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk membantu tubuh agar tetap berenergi sehingga mampu beraktivitas di tengah proses detoks tubuh alami.

Manfaat daun kelor atau moringa untuk detoksifikasi tubuh secara alami sudah tidak perlu diragukan lagi. Untuk lebih memudahkan dalam proses detoks tubuh alami, Anda dapat mengkonsumsi suplemen detox Moringa dalam bentuk kaplet.

Pilihan suplemen detox terbaik yang terbuat dari Moringa adalah produk Natura Herbal. Mengapa produk Natura Herbal disebut sebagai suplemen detox terbaik? Karena produk ini memiliki berbagai keunggulan mulai dari:

 

  • Terbuat dari bahan alami Moringa
  • Dibuat di pabrik berstandar internasional dengan mengikuti proses screening dan isolation ketat untuk menjaga mutu dan kualitas
  • Praktis dan mudah dibawa kemana saja
  • Telah mendapatkan sertifikat halal MUI
  • Bersertifikasi internasional mulai dari sertifikai CPOTB, GMT, ISO 9001 dan 22000.

 

Jadi tunggu apa lagi. Nikmati ragam manfaat detoksifikasi tubuh dengan mengkonsumsi suplemen detox Moringa yang terjamin kualitasnya dari Natura Herbal.